JAKARTA – Selain harus memiliki kecukupan minimal unsur ruang dan luas...

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan terjadi tingkat pertumbuhan harga rumah di dunia...

Jakarta – BI meminta pada pengembang untuk membuat desain baru untuk penjualan...

Bantuan Rp 4 Juta/Rumah untuk Pengembang Hunian Subsidi Rawan 'Ditilep'

Jakarta - Bantuan dana PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum) yang dikucurkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk pengembang perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) rentan terhadap penyelewengan dan tidak sesuai dengan tujuan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda seperti dikutip dari situs IPW, Kamis (26/9/2013)

Ali menuturkan dana bantuan tersebut seharusnya dapat menjadi stimulus bagi pengembang rumah subsidi untuk mau membangun rumah MBR sekaligus menekan harga rumah yang ada. Sehingga harga rumah seharusnya dapat lebih rendah karena biaya pembangunan prasarana dan utilitas yang ada mendapatkan bantuan dana PSU dari pemerintah.

"Namun nyatanya hal tersebut jauh dari tujuan dilakukannya bantuan dana PSU. Harga rumah tak kunjung lebih rendah," ungkap Ali.

Menurut Ali, kenyataanya di lapangan, dana PSU yang seharusnya dapat menekan harga rumah malah seakan-akan dijadikan dana penerimaan oleh pengembang nakal dengan mengatasnamakan pengembang MBR.

"Bayangkan pengembang memperoleh bantuan dana PSU Rp 4 juta untuk rumah subsidi FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) yang dibangunnya. Dana PSU bertambah dari tahun ke tahun dan telah ratusan miliar rupiah dana PSU yang dicairkan menjadi salah sasaran," ungkap Ali,

Ali mengungkapkan pengucuran dana PSU dengan sistem reimburse kepada Kemenpera pun luput dari pengawasan. Ia menuding Kemenpera tidak melakukan fungsi pengawasan untuk melihat sejauh mana dana tersebut efektif untuk menurunkan harga rumah. (DetiFinance.com)

Jenis Artikel: